Pengembangan Dan Peningkatan Nilai Tambah Hasil Perkebunan Nilam Melalui Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Di Desa Bone-Bone Kec. Baraka Kabupaten Enrekang

1

Minyak nilam termasuk jenis minyak atsiri yang dapat diproduksi dari pohon nilam yang merupakan pohon semak, memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan banyak manfaatnya. Sulawesi Selatan termasuk salah satu sasaran produksi minyak nilam tertinggi secara nasional pada tahun 2018 selain Sulawesi Tengah, dan Sumatera Barat. Kabupaten Enrekang yang termasuk dalam wilayah Sulawesi Selatan telah membudidayakan pohon nilam dan juga memproduksi minyak nilam, walaupun belum mendapatkan hasil secara maksimal baik disegi rendamen maupun kualitas minyaknya dimana kandungan Patchouli Alkohol (PA)nya masih relatif rendah. Untuk mengatasi hal tersebut maka dilakukan kegiatan PkM.

Diskusi dengan Petani Nilam Desa Bone-Bone Kec. Baraka Enrekang

Pengabdian Ipteks Bagi Masyarakat ini adalah untuk menjadikan masyarakat petani nilam dapat menghasilkan minyak yang kandungan PAnya cukup tinggi (kualitas tinggi) dengan rendamen yang tinggi pula sehingga dapat meningkatkan penghasilan dan sekaligus membantu dalam memenuhi sasaran produksi minyak nilam tertinggi secara nasional tahun 2018.

Metode yang telah dilakukan adalah memberikan penyuluhan tentang metode persemaian, pengolahan tanah, penanaman dan pemeliharaan, serta pemanenan dan prapengolahannya. Untuk tahun pertama telah dilakukan penyuluhan dan pelatihan cara pembibitan yang sesuai dengan standard dan pengukuran kromatogram GC-MS untuk mengetahui kandungan Patchouli alcohol pada minyak nilam yang dihasilkan oleh petani nilam di Desa Bone-Bone Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang.

Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah masyarakat menjadi tahu cara budidaya tanaman nilam yang baik. Selain itu diketahui juga kandungan Patchouli alcohol (PA) dari minyak nilam hasil panen petani nilam sebesar 24,86 %.

Setelah petani paham cara budidaya nilam , maka produksi minyak nilam khususnya di Kabupaten Enrekang akan meningkat kandungan Patchouli alkoholnya sampai mencapai target minimal 30% dan menjadi berkualitas ekspor.


Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gambar CAPTCHA

tolong di isi

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>